Panduan Memilih Berat Pallet Sesuai Kapasitas Beban dan Jenis Penggunaan

Dalam dunia logistik dan distribusi, pallet merupakan elemen vital yang berfungsi untuk menyimpan, mengangkut, dan menjaga barang tetap stabil. Namun, salah satu faktor penting yang sering diabaikan adalah berat pallet itu sendiri. Berat pallet bukan hanya sekadar angka, tetapi berpengaruh pada kapasitas beban, efisiensi transportasi, serta keselamatan kerja.

Artikel ini akan memberikan panduan lengkap tentang bagaimana memilih berat pallet yang tepat sesuai dengan kebutuhan industri dan jenis penggunaan.

Mengapa Berat Pallet Itu Penting?

Memilih pallet berdasarkan beratnya sangatlah penting karena berhubungan langsung dengan beberapa aspek operasional:

  • Kapasitas Beban: Semakin berat pallet biasanya semakin kokoh dan mampu menahan beban besar.
  • Efisiensi Transportasi: Pallet yang terlalu berat dapat menambah biaya logistik karena bobot total meningkat.
  • Keamanan Produk: Pemilihan pallet yang tidak sesuai dapat mengakibatkan barang rusak saat penyimpanan atau distribusi.
  • Standar Industri: Beberapa sektor memiliki regulasi khusus terkait jenis dan berat pallet yang boleh digunakan.

Pada ekspor internasional, pemilihan pallet juga berkaitan dengan aturan ISPM 15 untuk memastikan barang tidak terkendala pemeriksaan di pelabuhan luar negeri.

Jenis Berat Pallet Berdasarkan Material

ilustrasi jenis pallet berdasarkan material

1. Pallet Plastik

  • Berat: Umumnya 5–25 kg, tergantung ukuran dan desain.
  • Kelebihan: Tahan lama, ringan, higienis, dan tidak memerlukan fumigasi.
  • Penggunaan: Cocok untuk industri makanan, farmasi, dan ekspor internasional.

2. Pallet Kayu

  • Berat: Rata-rata 15–30 kg.
  • Kelebihan: Kuat, mudah diperbaiki, biaya awal relatif murah.
  • Penggunaan: Banyak digunakan di sektor manufaktur, gudang umum, dan distribusi lokal.
Baca Juga  Cara Menentukan Ukuran Pallet yang Tepat Sesuai Barang & Ruang Gudang

3. Pallet Besi atau Logam

  • Berat: Bisa mencapai 30–50 kg atau lebih.
  • Kelebihan: Sangat kuat, tahan api, mampu menahan beban ekstrem.
  • Penggunaan: Industri berat, otomotif, dan kimia.

Faktor yang Harus Dipertimbangkan Saat Memilih Berat Pallet

Kapasitas Beban Dinamis vs Statis

  • Beban Dinamis: Berat maksimum yang bisa ditahan pallet saat diangkat dengan forklift atau hand pallet.
  • Beban Statis: Berat maksimum yang bisa ditahan saat pallet diam di lantai tanpa pergerakan.

Perbedaan kedua kapasitas ini sangat penting dalam operasional gudang modern berbasis WMS agar pallet tidak digunakan di luar spesifikasinya.

Jenis Penggunaan

  • Penggunaan Sekali Pakai (One Way): Pilih pallet yang lebih ringan untuk menghemat biaya.
  • Penggunaan Berulang (Returnable): Gunakan pallet yang lebih berat dan kuat agar tahan lama.

Lingkungan Penyimpanan

  • Gudang dengan sistem racking memerlukan pallet yang lebih kuat dan berat agar stabil.
  • Penyimpanan di area cold storage lebih cocok dengan pallet plastik ringan yang tahan suhu rendah.

Efisiensi Transportasi

Dalam pengiriman ekspor, berat pallet memengaruhi biaya freight karena dihitung berdasarkan total bobot. Pallet yang terlalu berat dapat menambah ongkos logistik.

Banyak perusahaan kini menggunakan analisis truck load optimization untuk menghitung kombinasi berat pallet dan produk agar biaya pengiriman lebih efisien.

Rekomendasi Praktis dalam Memilih Berat Pallet

  • Untuk ekspor internasional: gunakan pallet plastik ringan (±10 kg) dengan standar ISPM-15 free.
  • Untuk industri manufaktur: pilih pallet plastik medium (±15–20 kg) atau kayu kuat agar mampu menahan beban mesin dan bahan baku.
  • Untuk industri berat: gunakan pallet logam dengan berat >30 kg untuk menahan material besar dan padat.
  • Untuk penyimpanan makanan/farmasi: pilih pallet plastik higienis dengan berat ringan–sedang agar mudah dipindahkan.
Baca Juga  Cara Menentukan Ukuran Pallet yang Tepat Sesuai Barang & Ruang Gudang

Pallet ringan juga membantu mengurangi risiko cedera pekerja karena lebih mudah diangkat secara manual, mendukung standar keselamatan K3 industri.

Kesimpulan

Memahami berat pallet sangat penting dalam strategi logistik perusahaan. Pallet yang ringan cocok untuk efisiensi transportasi dan ekspor, sedangkan pallet dengan bobot lebih berat ideal untuk beban besar dan penggunaan jangka panjang.

Dengan memilih pallet sesuai berat, kapasitas beban, dan jenis penggunaan, perusahaan dapat meningkatkan keamanan, efisiensi, serta mengurangi biaya operasional secara signifikan.

FAQ

1. Apakah pallet yang lebih berat selalu lebih kuat?

Tidak selalu. Kekuatan juga bergantung pada material, struktur desain, dan proses produksi.

2. Berapa berat ideal pallet untuk ekspor?

Umumnya 8–12 kg untuk pallet plastik standar ekspor.

3. Apakah pallet ringan aman digunakan di racking?

Aman, selama spesifikasi pallet menyebutkan kapasitas racking yang sesuai.

4. Pallet plastik atau kayu yang lebih efisien untuk distribusi lokal?

Pallet kayu lebih murah, namun pallet plastik lebih tahan lama dan higienis. Pilih sesuai kebutuhan.

5. Apakah berat pallet memengaruhi biaya pengiriman?

Ya, terutama untuk pengiriman via udara atau ekspor kontainer yang menghitung total bobot.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top