Dalam industri logistik, gudang, maupun distribusi, penggunaan pallet menjadi salah satu elemen penting untuk mendukung efisiensi operasional. Ada banyak jenis pallet yang digunakan, salah satunya adalah pallet PAP. Meskipun namanya belum sepopuler pallet plastik biasa, pallet ini memiliki karakteristik khusus yang membuatnya berbeda.
Daftar Isi

Lalu, apa itu pallet PAP, dan apa keunggulannya dibandingkan dengan pallet plastik pada umumnya? Artikel ini akan mengulas secara lengkap agar Anda bisa memahami perbedaan serta fungsinya dalam rantai pasok industri.
Apa Itu Pallet PAP?
Pallet PAP adalah jenis pallet yang dibuat dari bahan dasar Presswood (Particle Pressed Wood), yaitu serbuk kayu yang dipadatkan menggunakan tekanan tinggi dan resin perekat khusus. Hasilnya, pallet ini memiliki bentuk solid menyerupai kayu, tetapi lebih ringan dan ramah lingkungan.
Pallet PAP sering dipilih sebagai alternatif pengganti pallet kayu konvensional karena bebas dari hama dan serangga. Selain itu, pallet ini sudah memenuhi standar ISPM 15 (International Standards for Phytosanitary Measures), sehingga aman digunakan untuk kebutuhan ekspor.
Keunggulan Pallet PAP
1. Ramah Lingkungan
Dibuat dari serbuk kayu daur ulang, pallet PAP termasuk produk yang lebih eco-friendly dibanding pallet kayu baru.
Dalam beberapa proses produksi, hingga 85% material yang digunakan berasal dari limbah kayu, sehingga mengurangi kebutuhan penebangan pohon baru.
2. Ringan dan Mudah Ditangani
Pallet PAP lebih ringan dibanding pallet kayu solid, sehingga mempermudah proses handling di gudang maupun saat distribusi.
Berat pallet PAP berkisar 5–8 kg, jauh lebih ringan dari pallet kayu yang dapat mencapai 15–20 kg, sehingga meningkatkan efisiensi tenaga kerja dan mengurangi risiko cedera.
3. Bebas Fumigasi
Berbeda dengan pallet kayu tradisional, pallet PAP tidak membutuhkan fumigasi karena proses produksinya sudah mematikan potensi hama.
4. Cocok untuk Ekspor
Karena sudah sesuai standar internasional, pallet ini banyak digunakan dalam kegiatan ekspor impor.
Bentuknya yang menyerupai “nestable pallet” memungkinkan penyimpanan yang lebih hemat ruang hingga 60% saat ditumpuk

ilustrasi gambar pallet PAP dan pallet plastik
Apa Bedanya dengan Pallet Plastik Biasa?
Meskipun sama-sama digunakan untuk penyimpanan dan distribusi barang, pallet PAP dan pallet plastik biasa memiliki perbedaan signifikan, baik dari sisi bahan, ketahanan, maupun biaya.
1. Material
- Pallet PAP: terbuat dari serbuk kayu presswood dengan resin.
- Pallet Plastik: terbuat dari material plastik (HDPE/PP) yang kuat, tahan air, dan tahan lama.
2. Ketahanan
- Pallet PAP: lebih cocok untuk penggunaan sekali pakai atau ekspor karena daya tahannya terbatas.
- Pallet Plastik: tahan lama, bisa digunakan berkali-kali, serta cocok untuk penggunaan jangka panjang di gudang.
3. Harga
- Pallet PAP: umumnya lebih murah, cocok untuk kebutuhan ekspor dengan sekali perjalanan.
- Pallet Plastik: lebih mahal, tetapi investasi jangka panjang karena bisa dipakai dalam siklus logistik berulang.
4. Ketahanan Lingkungan
- Pallet PAP: rentan rusak jika terkena air atau kelembapan tinggi.
- Pallet Plastik: tahan terhadap kelembapan, bahan kimia, maupun perubahan suhu ekstrem.
Kapan Sebaiknya Menggunakan Pallet PAP?
Pallet PAP biasanya digunakan untuk:
- Pengiriman ekspor → karena sesuai standar ISPM 15 dan bebas fumigasi.
- Penggunaan sekali pakai → lebih ekonomis dibanding pallet plastik.
- Perusahaan dengan fokus keberlanjutan → karena berbahan dasar daur ulang.
Studi Kasus
Sebuah perusahaan manufaktur elektronik di Batam menggunakan pallet PAP untuk pengiriman ekspor ke Singapura dan Malaysia. Hasilnya, biaya logistik berkurang hingga 35% karena tidak perlu fumigasi dan biaya pallet lebih murah. Pallet yang ringan juga mempercepat proses loading sehingga waktu operasional berkurang hingga 12% per pengiriman.
Kesimpulan
Pallet PAP adalah jenis pallet berbahan serbuk kayu presswood yang ramah lingkungan, ringan, dan cocok digunakan untuk pengiriman ekspor. Perbedaannya dengan pallet plastik biasa terletak pada bahan dasar, ketahanan, dan fungsi penggunaannya. Jika pallet plastik lebih unggul untuk penggunaan jangka panjang, pallet PAP lebih ekonomis untuk ekspor dan kebutuhan sekali pakai.
Dengan memahami karakteristik masing-masing pallet, perusahaan dapat menentukan pilihan yang paling sesuai dengan kebutuhan logistiknya.
FAQ
1. Apakah pallet PAP aman untuk ekspor ke semua negara?
Ya, karena sudah memenuhi standar ISPM 15 sehingga diterima di hampir semua negara tujuan ekspor.
2. Berapa kapasitas beban pallet PAP?
Umumnya mampu menopang beban 500–1.000 kg (tergantung tipe dan desain), cocok untuk barang ringan hingga sedang.
3. Apakah pallet PAP bisa dipakai ulang?
Bisa, tetapi tidak direkomendasikan untuk siklus jangka panjang karena ketahanannya lebih rendah dibanding pallet plastik.
4. Apakah pallet PAP lebih murah dari pallet plastik?
Ya, harganya bisa 30–50% lebih rendah, terutama untuk kebutuhan one-way shipping.
5. Kapan sebaiknya memilih pallet plastik dibanding pallet PAP?
Jika digunakan untuk penyimpanan gudang jangka panjang, lingkungan lembap, atau beban berat, pallet plastik jauh lebih ideal.
