Bentuk Pallet dan Fungsinya: Rata, Berlubang, Hingga Desain Khusus untuk Export

Dalam dunia logistik dan pergudangan, pallet menjadi komponen penting untuk menyimpan, mengangkut, serta menjaga barang tetap stabil. Namun, tidak semua pallet memiliki bentuk yang sama. Setiap bentuk pallet dirancang untuk fungsi tertentu, menyesuaikan kebutuhan industri dan jenis barang yang akan ditangani.

Artikel ini akan mengulas berbagai bentuk pallet, mulai dari yang paling umum hingga desain khusus yang digunakan dalam kegiatan ekspor.

Mengapa Bentuk Pallet Itu Penting?

Penggunaan pallet tidak hanya sekadar memudahkan proses pemindahan barang. Bentuk dan desain pallet juga berpengaruh pada:

  • Stabilitas penyimpanan di gudang maupun saat distribusi.
  • Efisiensi ruang dalam proses stacking (penumpukan).
  • Jenis barang yang bisa ditempatkan dengan aman di atasnya.
  • Kepatuhan regulasi khususnya untuk pengiriman internasional.

Dalam beberapa industri seperti cold chain logistics, bentuk pallet yang tepat dapat menekan kerusakan barang hingga lebih dari 20%. Bentuk pallet yang salah sering menyebabkan ketidakseimbangan beban, terutama saat digunakan pada selective racking sistem yang sensitif terhadap distribusi berat.

Dengan memahami fungsi dari setiap bentuk pallet, perusahaan dapat memilih jenis yang paling sesuai untuk kebutuhan operasionalnya.

Bentuk Pallet yang Umum Digunakan

ilustrasi bentuk pallet yang umum

1. Pallet Rata (Flat Surface Pallet)

Pallet dengan permukaan rata adalah jenis yang paling umum dan serbaguna.

  • Fungsi: Cocok untuk barang dengan permukaan halus atau kemasan karton agar tidak mudah rusak.
  • Kelebihan: Mudah dibersihkan, higienis, dan stabil untuk penyimpanan jangka panjang.
  • Aplikasi: Industri makanan, farmasi, dan elektronik.
Baca Juga  Pallet Berlubang: Kenapa Banyak Digunakan untuk Aliran Udara & Cairan di Gudang Basah

2. Pallet Berlubang (Perforated Pallet)

Memiliki permukaan dengan lubang-lubang atau celah di bagian atas.

  • Fungsi: Memberikan sirkulasi udara pada produk yang memerlukan ventilasi.
  • Kelebihan: Ringan, lebih hemat bahan plastik, serta cepat kering saat dicuci.
  • Aplikasi: Distribusi minuman, hasil pertanian, atau cold storage.

3. Pallet Desain Khusus untuk Export

Pallet ekspor biasanya berbentuk one-way pallet yang ringan, ekonomis, dan memenuhi standar internasional.

  • Fungsi: Digunakan sekali pakai untuk pengiriman luar negeri.
  • Kelebihan: Biaya rendah, sesuai standar ISPM-15 (jika kayu) atau bebas fumigasi (jika plastik).
  • Aplikasi: Perdagangan internasional dengan volume tinggi.

4. Pallet dengan Kaki (Crate Type Pallet)

Bentuknya dilengkapi kaki penopang di bagian bawah.

  • Fungsi: Memudahkan forklift masuk dari empat sisi.
  • Kelebihan: Stabil untuk beban berat, dapat digunakan untuk sistem racking.
  • Aplikasi: Industri manufaktur, otomotif, dan kimia.

5. Pallet Lipat (Collapsible Pallet)

Memiliki desain yang bisa dilipat atau dibongkar pasang.

  • Fungsi: Hemat ruang penyimpanan saat tidak digunakan.
  • Kelebihan: Efisien dalam transportasi balik (return shipment).
  • Aplikasi: Rantai pasok dengan sistem logistik berulang.

Cara Memilih Bentuk Pallet yang Tepat

Agar investasi pallet lebih efisien, pertimbangkan hal berikut:

  • Jenis barang yang akan ditaruh di atas pallet.
  • Sistem penyimpanan (racking, stacking, atau manual).
  • Kebutuhan distribusi (lokal atau ekspor).
  • Standar industri yang berlaku pada sektor bisnis Anda.

Selain itu, perhatikan juga kapasitas beban static load dan dynamic load pada spesifikasi teknis. Perbedaan keduanya dapat memengaruhi keamanan penyimpanan, terutama saat pallet digunakan pada sistem rack beam.

Kesimpulan

Setiap bentuk pallet memiliki fungsi yang spesifik:

  • Rata untuk kestabilan dan higienitas,
  • Berlubang untuk sirkulasi udara,
  • Ekspor untuk efisiensi distribusi internasional,
  • Berkaki untuk daya angkut berat,
  • Lipat untuk efisiensi ruang.
Baca Juga  Pallet Berlubang: Kenapa Banyak Digunakan untuk Aliran Udara & Cairan di Gudang Basah

Dengan memahami perbedaan ini, perusahaan dapat memilih pallet yang sesuai, sehingga operasional logistik berjalan lebih efisien dan aman.

FAQ

1. Apakah pallet plastik lebih bagus daripada pallet kayu?

Tergantung kebutuhan. Pallet plastik lebih higienis, tahan lama, dan cocok untuk industri makanan/farmasi. Pallet kayu cocok untuk penggunaan berat tetapi memerlukan perawatan dan standar ISPM-15 untuk ekspor.

2. Apakah semua bentuk pallet bisa digunakan untuk racking?

Tidak. Hanya pallet yang memiliki struktur kuat seperti pallet berkaki atau heavy-duty pallet yang aman digunakan untuk sistem racking.

3. Berapa lama umur penggunaan pallet plastik?

Rata-rata 3–5 tahun tergantung beban, frekuensi penggunaan, dan lingkungan penyimpanan.

4. Apakah pallet lipat aman untuk pengiriman jarak jauh?

Aman, selama beban tidak melebihi kapasitas dan model yang digunakan khusus untuk return logistics.

5. Apakah pallet ekspor bisa digunakan kembali?

Secara teknis bisa, namun biasanya dirancang untuk sekali pakai karena desainnya lebih ringan dan ekonomis.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top