Dalam dunia logistik, pergudangan, dan distribusi, pallet memegang peran penting sebagai media penopang dan transportasi barang. Hingga saat ini, pallet kayu masih menjadi pilihan populer karena harganya yang relatif lebih murah. Namun, seiring berkembangnya kebutuhan industri modern, pallet plastik mulai banyak dipertimbangkan sebagai alternatif dengan nilai investasi jangka panjang.
Daftar Isi

Artikel ini akan membahas harga rata-rata pallet kayu di pasaran, faktor yang memengaruhinya, serta perbandingannya dengan pallet plastik agar Anda dapat menentukan pilihan terbaik sesuai kebutuhan bisnis.
Faktor yang Mempengaruhi Harga Rata-Rata Pallet Kayu
Harga pallet kayu bervariasi, tergantung pada beberapa aspek:
- Jenis kayu → Kayu jati belanda, mahoni, atau campuran memengaruhi harga.
- Ukuran pallet → Semakin besar ukurannya, semakin mahal harganya.
- Kualitas dan ketebalan → Pallet kayu bekas umumnya lebih murah daripada yang baru.
- Kebutuhan perlakuan khusus → Seperti heat treatment (HT) atau fumigasi ISPM 15 untuk ekspor.
Harga Rata-Rata Pallet Kayu di Pasaran
Secara umum, berikut kisaran harga rata-rata pallet kayu di Indonesia:
- Pallet kayu standar (110 x 110 cm / 120 x 100 cm) → Rp 80.000 – Rp 150.000
- Pallet kayu ukuran besar (120 x 120 cm / custom) → Rp 150.000 – Rp 250.000
- Pallet kayu ekspor dengan perlakuan ISPM 15 → Rp 200.000 – Rp 300.000
Harga ini bisa berbeda tergantung lokasi, ketersediaan bahan baku kayu, dan jumlah pemesanan.
Perbandingan Pallet Kayu dengan Pallet Plastik
Bagi perusahaan, pemilihan pallet tidak hanya soal harga awal, tetapi juga efisiensi jangka panjang. Berikut perbandingan keduanya:
1. Harga Awal
- Pallet kayu → Lebih murah (Rp 80.000 – Rp 250.000 per unit).
- Pallet plastik → Lebih mahal (Rp 250.000 – Rp 1.200.000 per unit).
2. Ketahanan dan Umur Pakai
- Pallet kayu → Rawan lapuk, retak, dan terserang rayap. Umur pakai relatif singkat (1–3 tahun).
- Pallet plastik → Tahan lama, higienis, dan bebas rayap. Umur pakai bisa mencapai 5–10 tahun.
3. Perawatan
- Pallet kayu → Perlu perawatan ekstra, termasuk perlakuan khusus untuk ekspor.
- Pallet plastik → Minim perawatan, mudah dibersihkan, dan lebih praktis.
4. Keamanan Produk
- Pallet kayu → Rentan serpihan yang bisa merusak barang.
- Pallet plastik → Permukaan lebih rata, aman untuk produk sensitif seperti makanan dan farmasi.
5. Aspek Lingkungan
- Pallet kayu → Bisa didaur ulang, tetapi menambah beban eksploitasi hutan.
- Pallet plastik → Lebih ramah lingkungan dalam jangka panjang karena bisa didaur ulang berkali-kali.
Kesimpulan
Harga rata-rata pallet kayu memang jauh lebih murah dibandingkan pallet plastik. Namun, jika dihitung dari sisi investasi jangka panjang, pallet plastik memberikan efisiensi lebih tinggi berkat daya tahan, keamanan, dan minimnya biaya perawatan.
Untuk perusahaan dengan kebutuhan sekali pakai atau anggaran terbatas, pallet kayu bisa menjadi pilihan. Namun, jika tujuan Anda adalah efisiensi operasional jangka panjang, pallet plastik merupakan investasi yang lebih bijak.
